Muslimah Journey

  • Home
  • Motivation
  • Gallery
  • Guidance
    • Alquran
    • Hadits
  • About Me

LOVE

LAUGH

"/>

LIFE

LEAVE



Tentang sekelumit rasa dalam memaknai sebuah perjalanan.
Rumit, namun ia mengajarkan tentang arti perjuangan yang sesungguhnya.
Karena hidup ini cair, semesta ini selalu bergerak, realitas selalu berubah. 
Dengan menghadapi berbagai tantangan, kita akan merasakan cairnya kehidupan 
juga geraknya semesta, melihat langsung realitas yang ada.

Setiap sebab pasti ada akibat, dan setiap permasalahan pasti telah Allah hadirkan jalan keluar.
Begitupun halnya, dibalik setiap kejadian, pasti Allah titipkan hikmah didalamnya.
Jika hidup adalah tentang ‘Bagaimana kita mampu menjadikan setiap hela nafas sebagai kesempatan untuk belajar’,
Maka akan aku jadikan pengalaman sebagai sebaik-baik pelajaran.
Dan sebagaimana pepatah klasik katakan ‘Pengalaman adalah guru terbaik kehidupan’

Terkadang kita memang perlu terjatuh, agar mampu menyadarkan bahwa manusia memang makluk lemah dan mudah rapuh.
Mengisyaratkan pada diri, bahwa tak semua kenyataan harus berjalan sesuai keinginan.
Tidak pula memaksakan kehendak dan membuktikan pada dunia bahwa akulah manusia terhebat.
Mengevaluasi diri, menaklukkan ego dan menyadari akan kelemahan diri.
Menerima setiap nasihat indah dari mereka yang tulus mencintai.
Pada akhirnya kita akan tersadar, bahwa diri ini tak lebih dari setitik kecil yang mengambang di lautan luas.
Kita memang perlu merendah, karena pada hakikatnya kitapun akan kembali ke tanah.

Terimakasih kalian yang telah menyadarkan, menggenggam erat dan merangkul dalam taat.
Semoga doa-doa yang senantiasa mengudara, 
akan kembali menjadi benih-benih kebaikan yang akan terus tumbuh.


Mon 20 Jun, 23.15



Tentang doa yang dilangitkan,
Akankah ia melesat tepat pada sasaran?
Entahlah, 
namun yang ku tahu, dalam hati yang bening
ada ucapan doa yang mampu menembus langit.

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (Al-baqarah : 186)





📝 12 Rajab 1443 H






Bismillah,
Kini aku belajar untuk lebih menikmati setiap detik kehidupan yang Allah beri.
Meski aku tak pernah tahu secara pasti, kapan helaan nafas ini akan berhenti.
Namun, segala impian yang telah terpatri, sudah selayaknya ditujukan untuk kehidupan yang abadi.

Berkacalah pada Imam An-nawawi,
Jika beliau mampu menghasilkan karya emasnya dalam bentuk kitab terbaik yang telah memberi manfaat bagi setiap umat.
Maka dengan taufiq dari Allah, kita pun mampu menghasilkan karya dengan berbagai skill yg telah Allah tanamkan dalam diri.

Tidak ada salahnya kan mencoba hal baru.
Maka, jadilah terbaik dari versi dirimu.

Guru kami, pak Dedi Gunawan dalam penutup buku karyanya berpesan kepada kami :
"Semuanya harus bertujuan memberikan kebermanfaatan, belajar bukan untuk mengumpulkan ilmu, namun untuk menjadikan ilmu yang dipelajarinya memberikan manfaat ('Ilman Nafi'a).
Berdoalah agar menjadi orang yang dipilih Allah untuk menyampaikan ilmu dan rizki ke sebanyak mungkin orang. Semuanya harus produktif menghasilkan karya, bukan sekedar sibuk tanpa ada output yang dihasilkannya. Semuanya harus bermimpi besar agar dipertemukan dengan hal-hal besar dalam hidupnya, melakukan hal besar untuk islam untuk umat, menggantungkan mimpi yang tidak saja sekedar setinggi langit, namun harus menembus langit sampai ke surga. Besarkan impian dan ambisimu, bukan untuk dunia namun untuk akhirat."


Mungkin dimata manusia, ilmu yang kita cari memang untuk dunia.
Tapi, bukankah yang tahu isi hati hanya Allah semata.
Lelah yang kita niatkan untuk ibadah,
akan terbalaskan dengan berbagai pemberian terindah dari-Nya.

Tak perlu risau dengan mereka yang berusaha menjatuhkan.
Dengan berbagai spekulasi yang hanya butuh pengakuan.
Kita ini kuat! karena ada Allah yang menguatkan.
dan hati ini akan tenang, jika hanya Allah yang menjadi tujuan.

Berjuanglah hingga garis finish!
karena segala kisah, akan berbuah manis; Jannah-Nya.


Bgr, 28/2/21
- dibawah kesunyian malam, diantara kehangaatan sahabat seperjuangan.
terimakasih untuk kalian, yang sudah saling menguatkan.

-
-
-
eits,
belum kelar.
buah nangka buang kedongdong.
monmaap, numpang iklan dong.
HAHAapaansi.

so, this is my first application which has been uploaded on playstore.
you know what?
yash, that's right.
DZIKIR PAGI PETANG APP
and you can install it with this link :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.rifdahalf.pagipetangdzikirapp


















SALAFY BUKAN HANYA SEKEDAR PENGAKUAN

Syaikh Al-'Allamah Sholih Al-Fawzan -hafidzhohullah- berkata:

 ﻓــﺈﺫﺍ ﺃﺭﺩﺕ ﺃﻥ ﺗﻜـــﻮﻥ ﺳﻠﻔﻴﺎ ﺣﻘﺎ ؛ ﻓﻌﻠﻴــﻚ ﺃﻥ ﺗــﺪﺭﺱ ﺍﻟﻤﻨﻬﺞ ﺑﺈﺗﻘــﺎﻥ ، ﻭﺗﻌـﺮفه ﺑﺒﺼﻴــﺮﺓ ، ﺛﻢ ﺗﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻏﻠـــﻮ ﻭﻻ ﺗﺴﺎﻫﻞ ﻫـــﺬﺍ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ 

 "Apabila engkau ingin menjadi seorang Salafy (pengikut Salaf) yang sesungguhnya maka wajib mempelajari manhaj Salaf dengan baik sampai engkau betul-betul memahaminya, mengenalnya di atas ilmu, lalu engkau beramal dengan manhaj ini tanpa berlaku ghuluw (melampaui batas) dan tanpa tasaahul (bermudah-mudahan). Inilah manhaj Salafussholih yang sebenarnya."

 ﺃﻣــﺎ ﺍﻹﺩﻋــﺎﺀ ﻭﺍﻹﻧﺘﺴﺎﺏ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻓﻬـــﻮ ﻳﻀـــﺮ ﻭﻻ ﻳﻨﻔـــﻊ 

 "Adapun hanya sekedar pengakuan dan penisbatan namun kosong dari hakikatnya maka ini akan memudhorotkan tidak memberi manfaat."
(At-Ta’liqot At-Taudhihah 'ala Muqoddimah Al-Fatawa Al-Hamawiyyah hal. 59)

source: https://t.me/onedayoneavail
Visi dalam KBBI adalah pandangan atau wawasan ke depan. Artinya, akan lebih baik bersama dengan yang satu pandangan dan wawasan untuk ke depannya.

Sedangkan frekuensi diartikan sebagai gelombang pemikiran. Artinya, satu frekuensi adalah satu gelombang pemikiran tentang dua hal. Tarbiyah dan Dakwah.

Tentang satu visi dan satu frekuensi, itu adalah hak prerogatif masing-masing dalam menentukan arah gerak masa depan.
Ada yang berpikir mengajak, mengajarkan, menuntun hingga kemudian meroket bersama dengan melebarkan sayap sambil menggali ilmu tanpa harus dengan basic yang sama.

Kelak kita akan menapaki perjalanan yg begitu panjang, masuk dalam lingkaran lebih dalam. Terlibat dalam aktivitas melelahkan namun membahagiakan. Mengatur strategi. Berinteraksi dengan mereka yang menuai decak kagum. Menebar manfaat seluas-luasnya. Mengibarkan panji Allah di bumi-Nya. Semua beragregasi membentuk satu azzam untuk berkata, “Tak ada pilihan lain selain membawa perubahan”.

Bukan apa-apa. hanya ingin menebar manfaat lebih besar segera setelah Allah izinkan bersama dengan meleburkan dua potensi yang tak jauh terpaut. Karena mungkin aku tak sekuat itu menuntun dari nol. Inginku, di awal gerbang, tak lagi berkutat dengan pertanyaan,
 “Bagaimana kita?” melainkan,
 “Apa yang akan kita lakukan bersama untuk umat?”

Kuat dan saling menguatkan dalam jalan yang tak sedikit menuai korban kecewa, sakit hati, lelah tak terkira, mundur perlahan karena tuntutan hidup tak lagi sama. Sholih mensholihahkan untuk tetap mempertahankan idealisme di tengah derasnya ujian keimanan.

Satu visi satu frekuensi; hanya ingin mewujudkan platform kehidupan yang sudah dirancang untuk membangun generasi qur’ani, keluarga rabbani, dan masyarkat madani sesaat setelah qodarullah berkata.

-Anonim
Frekuensi yang sama, akan menuntun keduanya untuk kembali ke muara pada tujuan yang sama; Surga-Nya.



Sesuatu yang diawali dengan pertemuan, akan diakhiri dengan perpisahan.
sudah menjadi hukum alam, bukan?
semesta pun tak kan bisa mengelak.
tentang rindu yg tak tertahan,
atau kenangan yg tak kan bisa terlupakan.
ah, diri pun tak kuasa mengendalikan.
puncak segala kerinduan,
bukan lagi dengan saling mengungkapkan,
melainkan dengan mendoakan.

Mungkin tak banyak kata yang akan ku sematkan dalam tulisan ini,
Bukan kah dengan doa, kita tak perlu mengungkapkan rindu dengan kata-kata yang harus dirinci rapi,
tapi cukup mengadu kepada Sang Rabbul Izzati.
Bumi yang tenang dalam sunyi,
Seakan berbisik kepada hati, "tenang, semua akan berakhir indah dan segera pulih kembali"
Kalimat yg cukup menenangkan pikiran dan nurani.
-
Sebenernya, tulisan ini berawal dari keisengan diri,
kembali melihat akun Ask.fm yg tak pernah tersentuh lagi,
Lalu muncul salah satu postingan lama yg membuat tersenyum geli.

(note: di klik gambarnya klo mau liat lebih jelas)

Ya, tulisan itu dibuat 4 tahun yang lalu,
Mungkin terlihat cringe, seorang anak 14 tahun menuliskan quotes dengan gaya sok asik, padahal cmn ditanya 'kelas berapa dan sekolah dimana?'
Namun tak disangka, kini coretan itu menggoreskan arti yang begitu mendalam dan penuh makna.
Mewakilkan beribu macam rasa,
yang tak mampu lagi diungkapkan oleh penggalan kata.
Huftt.

Entah waktu yg terasa begitu cepat, atau  karena kehidupan dunia ini yang terasa nikmat.
Hingga terlena dan terperdaya olehnya.
Enam tahun menjalani kehidupan disekolah yg sama, bukan hanya meninggalkan 1 atau 2 kisah.
Benar saja, dimana ada kisah, disitulah letak keberadaan cinta.
Ya, tempat itu telah menyimpan ribuan cerita,
suka maupun duka,
yg kini hanya bisa tersimpan rapi dalam lembar memori dan kepingan masa.

Meski terkadang, tempat itu dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.
Itu karena mereka hanya akan menjadi bayang-bayang,
dan tak ingin menjadi bagian dari sebuah perjuangan.
Baik buruknya sesuatu, tergantung pada sudut pandang kita dalam menyikapinya, 'kan?

Biarkan ia tetap menjadi saksi perjuangan, atas impian yg akan kita capai di masa mendatang. 
Untuk aku, kamu, kita.
Selamat berjuang! (:






(Baik buruknya peradaban manusia, ada ditangan para wanitanya)

Bismillah,

Akhir-akhir ini lagi disibukan dengan membaca berbagai artikel tentang pendidikan seorang wanita, gimana peran dia dengan pendidikannya itu sendiri, apa aja yang harus dia lakuin dengan ilmunya, gimana supaya ilmunya bisa dijadiin sarana dakwah dan bermanfaat untuk agama dan negara, gimana dengan keahlian/keterampilan yang dimiliki wanita bisa menolong agama Allah, bagaimana dengan pendidikan nya wanita tetap dapat melaksanakan kewajiban tanpa meninggalkan fitrahnya, dan banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul dan masih menyisakan tanya.
Teringat sebuah kutipan yang popular,
“Wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya”.
.
Dear, ternyata selain wanita adalah makhluk yang dimuliakan islam, ia juga menjadi subjek utama peradaban manusia. Maka harus kita sadari, betapa Allah memberi amanah yg begitu besar untuk wanita. Allah mewajibkan hamba-Nya untuk menuntut ilmu. Agar yang laki-laki bisa menjadi pemimpin yang baik, dan para wanita menjadi manusia yang berkualitas, serta pendidik yang ulung untuk mencetak generasi terbaik.

Sungguh benar peran utama seorang wanita adalah menjadi mar’atus shalihah (wanita shalihah), zaujatul muthi’ah (istri yg taat), dan ummul madrasah (ibu peradaban). Ketiga peran tersebut lah yg akan semakin meningkatkan derajat taqwamu di hadapan-Nya.

Jika baik wanitanya, maka Insyaa Allah baik pula suatu negeri. Baik buruknya peradaban, ada di tanganmu.

Berkenaan dengan perannya itulah, perlukah seorang wanita berpendidikan tinggi?
Oke, Let's discuss about it!
-
Suatu permasalahan yang sejak dulu sering didengungkan oleh banyak kalangan, tentang nasib pendidikan seorang wanita. Hingga ada yang mengatakan,
“Anak perempuan itu tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, toh nantinya juga kembali ke pekerjaan rumah tangga, paling nantinya hanya berkutat didapur,sumur dan kasur saja”

Seiring maju dan berkembangnya zaman, pemikiran ini ternyata belum juga berubah. Mungkin karena kebanyakan dari mereka belum sadar tentang pentingnya pendidikan bagi seorang wanita. Meskipun statement ini tidak sepenuhnya salah, karena memang sudah menjadi fitrahnya wanita memiliki peran dalam urusan dapur dan rumah tangga nantinya. Tapi apa kalian juga tahu, kalau ternyata dengan pendidikannya, wanita punya peran besar dalam peradaban manusia?

Melihat realita diatas, sepertinya hal ini cukup bertentang dengan perintah yang sudah ditetapkan oleh Rasul-Nya.

 اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ
 “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
"Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)
-
Well, sebelum kita membahas lebih jauh, perlu diketahui nih, muslimah setidaknya harus memiliki pengetahuan dasar dari dua cabang besar pengetahuan di dunia ini. Yang dimaksudkan dengan pengetahuan dasar (basic knowledge) adalah tingkat pengetahuan yang ia butuhkan untuk menjalankan hajat hidupnya dengan baik. Dua cabang besar yang dimaksud di sini adalah cabang ilmu alat/ keterampilan untuk kehidupan dunia, dan cabang satu lagi yang paling penting adalah cabang ilmu Islam yang mencakup ilmu keimanan, ilmu ibadah, dan ilmu mu’amalah.

 “Wanita adalah tiang negara. Jika ingin menegakkan negara, lindungilah wanita; dan jika ingin menghancurkan negara, hinakanlah wanita”.
-
Rasulullah saw pun menganjurkan agar senantiasa mengutamakan pendidikan bagi wanita, karena wanita adalah guru paling penting. Jika ingin menyiapkan generasi yang berkualitas, maka pendidikan perempuan yang harus di persiapkan secara matang.

Begitupun yang dikatankan Moh. Hatta,
 “Jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik satu orang. Namun, jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi.” (Moh. Hatta)
Bahkan pendidikan tinggi, spesifikasi keahlian dan agama menjadi perbincangan dalam menciptakan sebuah peradaban. Bangunan peradaban yang kuat hanya dapat disusun oleh ibu atau wanita yang kuat agama dan banyak keahliannya.

Maka jika sudah berbicara mengenai wanita dan pendidikan, bukan lagi pengaruhnya hanya untuk dirinya pribadi, melainkan menyangkut kemajuan negeri dengan adanya generasi yang berkualitas tinggi.
Tidak salah rasanya, jika kemudian seorang RA Kartini begitu memperjuangkan hak wanita di zamannya. Berupaya untuk mencerdaskan sesamanya. Karena dari rahim mereka lah kelak akan lahir generasi-generasi dimana negara ini kemudian bertumpu.

Perbaikan suatu umat tidak akan terwujud kecuali dengan perbaikan wanita.
Perbaikan wanita tidak akan sukses kecuali dengan perbaikan jiwa.
Perbaikan jiwa tidak akan berhasil kecuali dengan pendidikan dan pembinaan.
Ya, dengan pendidikan dan pembinaan berkualitaslah wanita unggul bisa diwujudkan. Di sini peran seorang wanita sangat dibutuhkan agar generasi penerus memiliki kualitas teruji di masyarakat dan di hadapan Allah.
-
Ingat baik-baik ya dear, bahwa seorang wanita adalah pendidik terbaik keturunannya, maka jika anak tersebut bisa mengerjakan perintah-perintah Allah dari kecil, cerdas dan tegas dalam menyampaikan kebenaran. Maka kita bisa melihat ada ibu yang luar biasa di balik anak tersebut.

Semangat terus untuk kalian wanita dan calon ibu hebat diluar sana!
Kebayang gak sih, seberapa bahagia dan bangganya seorang anak yang lahir dari rahim ibu yang cerdas, berpendidikan, dan hafidzah✨
Tak ada kata terlambat untuk terus belajar,
Impian kalian, sudah semestinya terus dikejar:)
-
Lalu, apakah kamu masih berpikir pendidikan tinggi bagi muslimah itu tidak penting?
Atau bahkan timbul pertanyaan,
“Kenapa bisa,  peran seorang muslimah mempengaruhi peradaban umat?”
Atau pertentangan,
“Kenapa sih, pendidikan perempuan harus selalu disangkut pautin sama anaknya kelak. Kenapa gak untuk kebahagiannya dulu, utamain apa yang dia mau. Terlalu memikirkan jangka panjang”
Atau mungkiiin timbul pemikiran,
“Serius banget si sama pendidikan, dibuat santuy aja kali, stay chiil😎”
Kuy, insyaa Allah kita bahas dan kupas lebih dalam di lain kesempatan^^

So, wanita di manapun berada jangan lelah untuk terus menuntut ilmu dan memiliki pendidikan yang tinggi, upgrade terus keahlian hingga batas kehidupan!




Postingan Lama Beranda

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  Juni (1)
      • Biarkan PENGALAMAN yang Memberimu PELAJARAN
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (4)
  • ►  2019 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (7)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Maret (2)

ABOUT ME

Not good both at reading and writing but I do love people who love them. I hope that every little thought of mine will give you something new and different.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Hei! Masa Lalu:))
  • Don't be a Sad Allah is With You:)
  • About Me
  • Kenapa Allah membuat kita jatuh cinta pada seseorang yang ternyata tidak bisa kita miliki ?
  • Hari dimana Hati yang akan Berbicara

Categories

  • Motivation 9
Diberdayakan oleh Blogger.

Tenang, ada Allah!

Sebesar apapun masalah yang kamu hadapi, coba deh bisikan ke hati kecil kamu dan bilang "Tenang, ada Allah!" (:

Cari Blog Ini

Label Cloud

  • Motivation

rifdahalf_

DAKWAH

Ibarat air, yang tidak akan pernah berhenti bergerak hingga bermuara di tempat yang tepat

🌺Semoga hingga akhir hayat nanti, kita tetap menjadi titik-titik yang menyusun garis dan molekul-molekul dalam air tersebut hingga bermuara di surga-Nya🌺

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates